Pages

Monday, December 31, 2018

Jamaah Asal Ponorogo Sengaja Datang Hadiri Dzikir Nasional

Dokter spesialis bedah ini datang sendiri sejak Senin (31/12) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Heru Iskandar 45 (tahun) mengaku sengaja datang langsung dari Ponorogo, Jawa Timur untuk ikut acara Dzikir Nasional. Dokter spesialis bedah ini datang sendiri sejak Senin (31/12) pagi. "Saya memang meluangkan waktu untuk bisa hadir di acara ini," kata Heru saat ditemui Republika.co.id, Senin (31/12).

Heru berharap kegiatan tahunan ini bisa terus digelar Republika dan didukung penuh oleh pemerintah dan masyarakat seluruh Indonesia. "Acara ini mesti didukung oleh semua pihak terutama pemerintah, karena acara ini menjadi alternatif masyarakat mengisi pergantian tahun baru dengan hal-hal yang baik," ujarnya.

Heru mengaku prihatin dengan masih banyaknya acara-acara perayaan tahun baru yang digelar dan bisa mendorong masyarakat bermaksiat kepada Allah SWT. "Di luar sana masih banyak kegiatan negatif. Alhamdulillah masih ada kegiatan seperti ini," katanya.

Heru mengatakan, banyak kegiatan keislaman yang digelar di tengah-tengah sebagian orang berpesta pora menyambut pergantian tahun baru. "Mudah-mudahan acara ini menjadi momentum kita untuk memperbaiki diri," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CI2Hky
December 31, 2018 at 10:17PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CI2Hky
via IFTTT

Muhasabah Untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia juga menjadi kunci keselamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua PW Mathlaul Anwar Jawa Barat KH Yayan Hasuna Hudaya mengatakan Muhasabah menjadi cara menyambut akhir tahun yang positif. Dengan bermuhasabah umat Muslim diajak merenung untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

Kiai Yayan menyebutkan salah satu cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah dengan menjaga hubungan baik. Hubungan baik dengan Allah SWT dan hubungan baik dengan sesama manusia.

"Dalam ajaran kita disebutkan semua manusia akan celaka, akan sesat dimanapun berada, kecuali mengadakan hubungan baik dengan Allah dan dengan sesama manusia," katanya dalam kultum yang digelar dalam rangkaian Muhasabah Akhir Tahun yang diadakan Republika di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (31/12).

Ia menuturkan menjaga hubungan baik dengan Allah yakni dengan mentaati perintahNya serta menjauhi laranganNya. Manusia sebagai MakhlukNya harus tunduk dan patuh menjalankan aturanNya selama hidup di dunia.

Di samping itu, kata dia, menjaga hubungan baik dengan sesama manusia juga menjadi kunci keselamatan di dunia dan akhirat. Sebab manusia tidak hidup sendiri melainkan bersama-sama dengan makhlukNya yang lain.

"Habluminannaass yaitu menjalin hubungan baik dengan manusia, yaitu mentaati hukum yang dibuat manusia, kita hidup sesuai aturan hukum. Melanggar hukum manusia berarti kita celaka. Kita juga tidak sendiri-sendiri. Memang ada istilah mandiri, tapi kita tidak lepas dari bantuan orang lain," tuturnya.

Ia mengatakan Allah memberikan jaminan bagi manusia yang berhubungan baik denganNya dan juga dengan sesama manusia. Serta memiliki akhlak terpuji seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Surga itu milik siapapun orangnya yang  pertama dia mau berbagi untuk orang lain, kedua jangan jadi pemarah, ketiga orang yang memohon ampunan. Dan terakhir adalah yang mampu memaafkan orang yang pernah menyakiti dan mendzolimi dia," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan muhasabah umat Muslim menyambut tahun 2019 adalah menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satunya dengan mempererat tali silaturahmi untuk mewujudkan indahnya kebersamaan dan persatuan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ThSMrd
December 31, 2018 at 10:16PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ThSMrd
via IFTTT